“Kita bersama harus secara aktif mendorong eksplorasi destinasi dekat yang tetap mampu menghadirkan pengalaman berkesan agar minat wisatawan juga menyebar ke kota-kota sekunder yang memiliki potensi alam dan budaya otentik,” tegasnya.
Dorongan ini sejalan dengan semangat pemerataan ekonomi pariwisata yang selama ini digaungkan pemerintah. Jika destinasi sekunder ikut dilirik, maka manfaat ekonomi dari libur sekolah tidak hanya dinikmati kota-kota populer, tapi juga daerah-daerah yang selama ini belum banyak terjamah.
Pada akhirnya, libur sekolah 2026 ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar masa rehat anak-anak dari bangku sekolah. Ia bisa menjelma jadi penggerak ekonomi nyata, asalkan kesiapan destinasi, keterlibatan UMKM, dan pemerataan benar-benar dijalankan secara serius oleh semua pihak terkait.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.