Bahkan, tegas Nunik, kontribusi wisatawan nusantara ini jauh lebih signifikan ketimbang andalan dari sisi wisatawan mancanegara. Di titik inilah, menurutnya, pelaku UMKM dan pebisnis lokal dituntut jeli membaca peluang yang ada di depan mata.

“Lonjakan mobilitas tentunya tidak hanya terjadi di tempat , tetapi juga memberikan keuntungan bagi ekonomi lokal melalui bisnis , cinderamata, hingga akomodasi,” kata dia.

Tak hanya bicara soal libur sekolah, Nunik turut menyinggung momentum lain yang berpotensi mendongkrak ekonomi daerah. Ia menyebut gelaran yang berlangsung selama sebulan penuh juga berpeluang memberi dampak serupa bagi masyarakat dan perekonomian lokal.

Lebih jauh, Nunik menilai libur sekolah bukan hanya soal kuantitas kunjungan wisatawan semata. Momentum ini juga menjadi ajang pembuktian, sejauh mana kualitas pengelolaan destinasi di Indonesia sudah berjalan baik dan berkelanjutan.

Ia pun mendorong agar eksplorasi tidak melulu terpusat pada destinasi-destinasi besar yang sudah mapan. Kota-kota sekunder dengan potensi alam dan budaya otentik perlu mendapat sorotan lebih, agar manfaat ekonomi liburan tersebar lebih merata.



Follow Widget