Berbeda dengan libur nasional yang umumnya hanya berlangsung beberapa hari, masa libur sekolah punya karakter tersendiri. Durasinya jauh lebih panjang, sehingga keluarga punya waktu lebih leluasa untuk merencanakan perjalanan secara matang.

“Liburan sekolah berlangsung lebih panjang dan mendorong keluarga untuk melakukan perjalanan yang lebih terencana. Artinya, pengeluaran per perjalanan cenderung lebih besar,” ujar Nunik.

Ketua DPW PKB Lampung ini optimistis, tren liburan tahun ini akan kembali didominasi oleh domestik. Masyarakat diperkirakan lebih memilih menjelajahi destinasi dalam negeri ketimbang berlibur ke luar negeri.

Kecenderungan ini, menurut Nunik, justru menjadi kabar baik bagi pelaku UMKM dan pengusaha lokal di berbagai daerah . Semakin banyak wisatawan domestik yang bergerak, semakin besar pula peluang transaksi ekonomi yang tercipta di lapangan.

Sebagai gambaran, Nunik mengutip data pergerakan wisatawan nusantara sepanjang 2025 yang mencapai 1,2 miliar perjalanan. Angka fantastis ini menjadi bukti nyata bahwa pasar domestik adalah fondasi utama industri pariwisata Tanah Air.



Follow Widget