Target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pun tersebut dalam pembicaraan ini. Bukan kebetulan. KDKMP diposisikan sebagai salah satu instrumen untuk mencapainya, dengan asumsi bahwa pertumbuhan nasional hanya bisa solid jika akarnya kuat sampai di tingkat desa.
“Kita berharap pertumbuhan 8 persen ini bisa diwujudkan di setiap desa dan perannya diambil oleh para pemuda, termasuk yang ada di Lamongan,” kata Farida. Pernyataan ini menarik karena bukan bicara pertumbuhan nasional secara abstrak, melainkan memecahnya menjadi target yang harus diwujudkan di setiap titik terkecil.
Dari kursi DPR RI, Anggota Komisi VI Ahmad Labib menyuarakan nada senada, namun dari sudut pandang berbeda. Ia menyoroti satu hal yang kerap luput dari perhatian: kualitas sumber daya manusia.
Lamongan, seperti banyak daerah lain di Indonesia, memiliki komoditas unggulan. Tapi memiliki bahan baku saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan global. “Meskipun kita memiliki keunggulan komoditas strategis, kita tidak akan menang di pasar global tanpa kreativitas,” tegasnya.
Labib mendorong pemuda di bawah bendera KNPI untuk tidak berpuas diri dengan keunggulan alamiah daerahnya. Kreativitas, inovasi, dan kemampuan membaca peluang pasar adalah modal tambahan yang wajib diasah.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.