Farida tidak berhenti di situ. Ia secara khusus menyebut pemuda sebagai ujung tombak gerakan ini. KNPI, sebagai organisasi kepemudaan nasional yang baru saja melantik pengurus barunya di Lamongan, ia harapkan menjadi motor penggerak KDKMP di lapangan.
Indonesia sedang berada di titik krusial demografis. Penduduk usia produktif kini mencapai 60 hingga 70 persen dari total populasi — sebuah jendela kesempatan yang tidak akan terbuka selamanya. Farida melihat bonus demografi ini bukan sekadar angka statistik, melainkan energi nyata yang harus disalurkan ke arah yang produktif.
“Saya sangat berharap KDKMP ini menjadi ruang lokomotif ekonomi di desa dan penggeraknya adalah anak-anak muda,” katanya. Kalimat itu bukan sekadar harapan seremonial. Ia sekaligus menjadi tantangan langsung kepada para pemuda yang hadir di pelantikan tersebut.
Pemerintah pusat pun tidak ingin lepas tangan. Farida menyatakan kesiapan negara untuk hadir dari sisi permodalan dan kemudahan akses usaha. Namun ada syaratnya: KNPI dan pemuda desa harus terlebih dahulu memetakan potensi rantai pasok lokal dan peluang bisnis konkret di wilayah masing-masing.
Ini bukan program yang tinggal menerima jadi. Pemuda diminta aktif mengidentifikasi apa yang tersedia di desanya — komoditas apa yang bisa diolah, jalur distribusi mana yang bisa dibangun, dan ekosistem usaha seperti apa yang realistis untuk ditumbuhkan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.