SINJAI, PUNGGAWANEWS – Kedatangan orang nomor satu di Muhammadiyah ke Sinjai Sulawesi Selatan itu bukan tanpa alasan. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, menjejakkan kaki di kampus Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai, Jumat, 25 September 2026 — membawa pesan besar soal masa depan pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia.
Kunjungan itu berpusat di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Sinjai Utara, dan dirangkai dalam agenda Kuliah Umum Tahun Akademik 2026/2027 bertema “Membangun SDM Unggul Berdaya Saing Global”. Sebuah tema yang terdengar ambisius, namun sangat kontekstual di tengah tekanan persaingan global yang semakin nyata dirasakan generasi muda Indonesia.
Haedar Nashir hadir tidak sendiri. Ia didampingi Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy. Kehadiran dua tokoh nasional ini sekaligus menegaskan bahwa Sinjai bukan sekadar titik di peta — ia adalah bagian dari peta besar pengembangan pendidikan dan ekonomi berbasis nilai Islam.
Di sela kuliah umum, agenda dilengkapi dengan peluncuran MentariMu Mart UIAD Sinjai. Gerai ini bukan sekadar toko biasa — ia hadir sebagai ruang praktik nyata kewirausahaan dan penguatan ekonomi di lingkungan kampus. Konsepnya menyambung langsung antara dunia akademik dengan dunia usaha, antara teori di kelas dengan realitas pasar.
Pemerintah Kabupaten Sinjai turut memberikan perhatian serius terhadap momen ini. Staf Ahli Bupati Sinjai Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Andi Himawan Saleh, hadir mewakili Bupati Sinjai. Kehadirannya bukan sekadar seremonial — ia membawa sinyal bahwa pemerintah daerah menaruh harapan besar pada peran perguruan tinggi dalam pembangunan lokal.
Andi Himawan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua Umum PP Muhammadiyah ke Sinjai. Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik, organisasi keagamaan, dan pemerintah daerah adalah kunci percepatan pembangunan sumber daya manusia.
“Kami meyakini bahwa kolaborasi antara dunia akademik, organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, dan pemerintah daerah adalah kunci percepatan pembangunan sumber daya manusia, khususnya di Sinjai,” ujarnya di hadapan sivitas akademika dan mahasiswa yang memenuhi ruangan.
Ia menegaskan bahwa kuliah umum semacam ini seharusnya tidak berhenti sebagai ajang berbagi wawasan semata. Lebih dari itu, forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan dan inovasi yang bisa langsung diterapkan dalam konteks pembangunan daerah — terutama dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan mutu pendidikan.
Capaian UIAD Sinjai dengan akreditasi Unggul pun tak luput dari sorotan. Andi Himawan mengapresiasi komitmen perguruan tinggi tersebut dalam menjaga dan meningkatkan standar mutu pendidikannya. Bagi Pemerintah Kabupaten Sinjai, akreditasi itu bukan sekadar embel-embel prestasi — melainkan bukti bahwa Sinjai mampu melahirkan institusi pendidikan yang kompetitif.
“Pemerintah Kabupaten Sinjai akan terus mendorong UIAD Sinjai agar mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan global,” kata Andi Himawan dengan nada penuh keyakinan.
Kepada para mahasiswa yang hadir, ia menitipkan pesan yang tegas sekaligus membangkitkan semangat. Generasi muda, kata dia, tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus perubahan dan pembangunan yang terus bergerak.
“Jadilah agen perubahan. Jangan hanya menjadi penonton pembangunan. Tingkatkan skill, pengetahuan, dan attitude yang baik dalam meniti karier. Beranilah bermimpi besar, karena kunci kesuksesan ada pada kerja keras, kejujuran, dan semangat pantang menyerah,” tegasnya.
Pesan itu terasa relevan di tengah realitas yang dihadapi mahasiswa hari ini — pasar kerja yang semakin ketat, transformasi digital yang tidak menunggu, dan persaingan yang tidak lagi mengenal batas wilayah. Sinjai mungkin jauh dari pusat metropolitan, tetapi mahasiswanya dituntut untuk bersaing dalam arena yang sama dengan rekan-rekan mereka di kota-kota besar.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, berbagai Organisasi Otonom Muhammadiyah se-Kabupaten Sinjai, serta jajaran pimpinan UIAD Sinjai. Kehadiran yang lengkap ini mencerminkan betapa seriusnya semua pihak dalam menjadikan momen ini sebagai titik tolak, bukan sekadar seremoni tahunan.
Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia memang tak pernah jauh dari dunia pendidikan. Ribuan sekolah dan ratusan perguruan tinggi tersebar di seluruh nusantara — dan UIAD Sinjai adalah satu dari simpul-simpul penting jaringan pendidikan itu di wilayah timur Indonesia.
Kunjungan Haedar Nashir ke Sinjai menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia bukanlah proyek yang bisa dikerjakan satu pihak saja. Ia membutuhkan sinergi — antara kampus, pemerintah, organisasi masyarakat, dan tentu saja, para mahasiswa yang menjadi ujung tombaknya.
Di penghujung acara, suasana penuh motivasi itu menyisakan harapan yang nyata: bahwa dari kota kecil di ujung Sulawesi Selatan ini, akan lahir generasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berani, kreatif, dan siap membawa nama daerahnya ke pentas yang lebih luas.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.