“Prioritas kita jelas, yaitu perdagangan yang stabil dan dapat diprediksi, rantai pasok yang kuat, serta akses pasar yang semakin luas, khususnya di sektor komoditas dan manufaktur,” tegasnya.

Di era digital, kerja sama tidak bisa lagi hanya berhenti di pelabuhan dan gudang ekspor-impor. Sugiono juga menyoroti pentingnya memaksimalkan kolaborasi dengan U.S.-ASEAN Business Council (USABC) dan ASEAN–U.S. Center, terutama di sektor ekonomi digital yang pertumbuhannya tidak bisa lagi diabaikan.

Konektivitas digital memang semakin mempererat hubungan antarmasyarakat ASEAN dan AS. Namun kemajuan itu, menurut Sugiono, harus diimbangi dengan tanggung jawab membangun ekosistem digital yang aman.

“Kemajuan konektivitas digital harus diiringi dengan upaya membangun ruang digital yang aman dan terpercaya,” tandasnya.

Ancaman dari dunia maya pun turut masuk dalam agenda pembicaraan. Sugiono secara tegas menyatakan bahwa penipuan daring dan kejahatan siber lintas negara bukan lagi masalah satu negara saja. Ini adalah tantangan bersama yang memerlukan respons kolektif—sebuah sinyal bahwa ASEAN mendorong pembentukan kerangka kerja sama keamanan siber yang lebih terstruktur bersama AS.



Follow Widget