JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Kementerian Perindustrian mengintensifkan langkah penguatan industri kopi nasional di tengah lonjakan konsumsi yang tak terbendung selama satu dekade terakhir. Pemerintah tak hanya menyoroti sisi produksi, tetapi juga menyasar peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sepanjang rantai pengolahan, mulai dari biji mentah hingga produk jadi yang siap disajikan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut pergeseran perilaku konsumen sebagai pendorong utama urgensi pembenahan ini. Masyarakat Indonesia, kata dia, kini bukan lagi sekadar peminum kopi biasa. Mereka mulai memahami karakter, cita rasa, dan keistimewaan setiap cangkir yang dinikmati. “Tuntutan terhadap kualitas produk kopi juga semakin tinggi,” ujar Agus dalam keterangannya, Minggu, 26 April 2026.

Tren itu tergambar jelas dalam data. International Coffee Organization mencatat konsumsi kopi Indonesia melonjak lebih dari 50 persen dalam satu dekade. Sementara Euromonitor melaporkan jumlah kafe di dalam negeri bertumbuh rata-rata 16 persen setiap tahunnya—sebuah angka yang mencerminkan betapa kuatnya budaya ngopi telah mengakar di keseharian masyarakat.

Di balik pertumbuhan itu, Agus mengingatkan bahwa salah satu titik kritis yang kerap luput dari perhatian adalah proses penyangraian atau roasting. Tahapan ini bukan sekadar memanaskan biji kopi, melainkan seni sekaligus sains yang menentukan apakah aroma dan rasa terbaik biji kopi dapat dimunculkan secara optimal.



Follow Widget