MAKASSAR, PUNGGAWANEWS – Kepulan asap tebal yang muncul di depan Tower 7 kompleks Al Hidayah Tower, Aziziah, Makkah, sempat membuat ratusan jamaah haji Indonesia panik pada Jumat sore, 6 Juni 2025. Namun berkat respons cepat petugas dan manajemen hotel, tidak satu pun jamaah menjadi korban jiwa maupun luka-luka.

Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, menegaskan seluruh jamaah haji Indonesia yang berada di Sektor 10 dalam kondisi selamat. “Yang perlu kami pastikan, seluruh jamaah kita tidak ada satu pun yang luka ataupun yang lainnya. Jadi insya Allah semua jamaah kita yang ada di Sektor 10 alhamdulillah aman,” ujarnya di Makkah, Sabtu, 7 Juni 2025.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 18.00 Waktu Arab Saudi, tepat satu jam sebelum waktu Maghrib tiba. Saat jamaah bersiap untuk beribadah, laporan mengenai asap yang membumbung di kawasan tower mulai masuk ke petugas lapangan.

Berdasarkan penelusuran petugas Sektor 10, titik api bersumber dari sebuah kamar yang difungsikan sebagai ruang istirahat karyawan hotel. Seorang karyawan tengah mengisi daya baterai skuter listrik di dalam kamar tersebut. Diduga akibat kondisi baterai yang mengalami overheat, terjadi ledakan kecil yang langsung membakar barang-barang di sekitarnya.

Fenomena baterai lithium yang meledak akibat pengisian daya berlebihan bukan hal baru. Namun di tengah suhu Makkah yang ekstrem, risiko ini meningkat secara signifikan, dan kejadian di Al Hidayah Tower menjadi pengingat nyata betapa seriusnya ancaman tersebut.

Manajemen hotel bergerak cepat begitu insiden dilaporkan. Mereka segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Makkah, yang merespons dengan mengerahkan tiga unit armada pemadam ke lokasi kejadian.

Sementara api dipadamkan, petugas haji Sektor 10 bersama pihak hotel menjalankan prosedur evakuasi darurat. Jamaah yang menghuni Tower 6, 7, dan 8 diarahkan turun melalui tangga darurat. Lift hotel sengaja dinonaktifkan sebagai langkah keselamatan untuk mencegah risiko tambahan akibat gangguan daya atau kepanikan di dalam lift.

Evakuasi berjalan tertib meski situasi sempat tegang. Asap yang mulai menyebar menjadi alasan utama mengapa jamaah tidak bisa menunggu di lantai masing-masing. Petugas memastikan setiap penghuni tower keluar dengan selamat.

Dua jam berselang, sekitar pukul 20.00 WAS, tim pemadam kebakaran menyatakan api telah sepenuhnya padam. Situasi dinyatakan terkendali dan jamaah diizinkan kembali ke kamar mereka masing-masing.

Kompleks Al Hidayah Tower sendiri saat kejadian tidak dalam kondisi penuh. Sebagian jamaah dari Embarkasi Banten, Padang, dan Banjarmasin yang sebelumnya menempati tower ini telah lebih dahulu bertolak pulang ke tanah air. Hal ini turut membantu proses evakuasi yang berlangsung lebih cepat dan teratur.

Meski insiden berakhir tanpa korban, kejadian ini membuka mata banyak pihak terhadap potensi bahaya yang kerap luput dari perhatian. Di tengah musim haji yang berlangsung di bawah terik Makkah yang menyengat, penggunaan perangkat elektronik di dalam kamar hotel menjadi faktor risiko yang tidak bisa diabaikan.

Ihsan Faisal secara khusus mengingatkan seluruh jamaah untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat listrik. Ia menyarankan agar charger ponsel, pemanas air, maupun penghangat nasi segera dicabut dari stop kontak bila sudah tidak digunakan.

“Kalau sudah tidak digunakan lebih baik dicabut, seperti pemanas air, pemanas nasi, ataupun charger HP. Potensi risiko kebakaran di Makkah makin besar karena faktor cuaca di luar yang juga sangat panas,” kata Ihsan menegaskan.

Imbauan ini bukan sekadar basa-basi. Suhu udara di luar ruangan Makkah selama musim haji kerap menembus 40 derajat Celsius lebih. Kondisi ini membuat perangkat elektronik, terutama yang menggunakan baterai lithium, bekerja lebih keras dan lebih rentan mengalami panas berlebih.

Bagi ratusan ribu jamaah Indonesia yang masih berada di Tanah Suci, kesadaran akan keselamatan penggunaan listrik menjadi bagian penting dari kelancaran ibadah. Satu kelalaian kecil di dalam kamar hotel bisa berujung pada bencana yang jauh lebih besar.

Kejadian di Al Hidayah Tower, Aziziah, menjadi pelajaran berharga: kewaspadaan tidak cukup hanya saat berada di lapangan atau dalam perjalanan. Di dalam kamar pun, jamaah haji harus tetap siaga.

FAQ

Apa penyebab kebakaran di Al Hidayah Tower Makkah? Kebakaran diduga dipicu oleh baterai skuter listrik yang mengalami overheat saat sedang diisi daya oleh seorang karyawan hotel di dalam kamarnya.

Apakah ada jamaah haji Indonesia yang menjadi korban dalam insiden ini? Tidak ada. Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, memastikan seluruh jamaah haji Indonesia di Sektor 10 selamat dan tidak ada yang mengalami luka-luka.

Apa yang harus dilakukan jamaah haji untuk mencegah risiko kebakaran di hotel? Jamaah diimbau untuk selalu mencabut perangkat listrik seperti charger HP, pemanas air, dan penghangat nasi dari stop kontak saat tidak digunakan, mengingat suhu ekstrem di Makkah meningkatkan risiko overheat pada perangkat elektronik.