Namun kali ini, argumen itu terasa semakin sulit dipertahankan di hadapan dunia. Armada Global Sumud Flotilla bukan membawa pasukan bersenjata. Mereka membawa tenaga medis, jurnalis, aktivis, dan relawan dari berbagai negara yang bergerak karena panggilan kemanusiaan — bukan agenda militer.
Selama berbulan-bulan, warga sipil Palestina di Gaza menghadapi blokade total, krisis pangan akut, dan serangan yang tak kunjung berhenti. Rumah sakit kehabisan obat. Anak-anak mati kelaparan. Dalam kondisi itulah Global Sumud Flotilla bergerak — dan dalam kondisi itulah Israel memilih untuk menghentikannya dengan paksa.
Di Gedung DPR RI, Wakil Ketua Komisi I Sukamta mengambil sikap yang sama tegasnya. Ia meminta pemerintah Indonesia segera turun tangan membebaskan seluruh WNI yang kini dilaporkan disandera. Langkah konkret pun sudah ia usulkan: mendesak Dewan Keamanan PBB dan melobi Amerika Serikat serta Israel secara langsung.
“Saya mengecam ulah Israel ini,” kata Sukamta, tanpa basa-basi. Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera itu menilai tindakan Israel kontraproduktif, terlebih di tengah momentum yang seharusnya mendorong perdamaian.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.