SUMEDANG, PUNGGAWANEWS – Tiga puluh dua putra-putri terbaik Sumedang resmi diberangkatkan menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII, membawa harapan besar dari Tatar Sunda ke panggung Pramuka nasional. Mereka bukan sekadar peserta biasa—mereka adalah hasil seleksi ketat yang dipercaya mengharumkan nama Sumedang dan Jawa Barat di hadapan ribuan Pramuka Penggalang dari seluruh penjuru Indonesia.

Pelepasan kontingen berlangsung penuh haru dan semangat pada 11 Agustus 2026. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Sumedang sekaligus Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, S.E., hadir langsung untuk melepas keberangkatan mereka. Di sisinya, Wakil Ketua Mabicab sekaligus Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, S.H., M.Kn., turut memberikan pesan dan dukungan moral bagi para peserta.

“Pergilah atas nama Sumedang dan Jawa Barat, dan pulanglah membawa nama baik Sumedang dan Jawa Barat.” Kalimat itu bukan sekadar sambutan seremonial. Ia adalah amanat yang disematkan langsung ke pundak 32 Pramuka muda yang akan mewakili daerahnya di level tertinggi kepramukaan nasional.

Erwan Setiawan dalam pesannya menekankan bahwa keikutsertaan dalam Jamnas adalah kesempatan langka yang tidak datang dua kali. Ia mendorong para peserta untuk memanfaatkan forum berskala nasional ini sebagai panggung memperkenalkan kekayaan budaya, karakter, dan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Sumedang kepada ribuan teman baru dari berbagai provinsi di Indonesia.

Sumedang memang bukan daerah yang asing dalam kancah kepramukaan. Namun tampil di Jamnas selalu menuntut lebih dari sekadar hadir. Dibutuhkan semangat, kesiapan mental, dan kebanggaan sebagai identitas yang dibawa ke mana pun melangkah.

Wakil Bupati Fajar Aldila menyampaikan pesan yang tak kalah bermakna. Menurutnya, para peserta Jamnas bukan sekadar anggota Pramuka yang sedang mengikuti kegiatan. Mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan yang sedang menempa diri. Kepramukaan, dalam pandangannya, adalah proses panjang pembentukan karakter—tentang keberanian, kemandirian, persahabatan, dan kepemimpinan yang akan terus menjadi bekal sepanjang hayat.

Pernyataan itu bukan retorika kosong. Proses perjalanan menuju Jamnas sendiri sudah merupakan ujian. Mereka yang lolos seleksi telah membuktikan diri layak mewakili ratusan ribu anggota Pramuka yang ada di Kabupaten Sumedang.

Di antara 32 nama yang masuk kontingen, satu nama mencuri perhatian dari sudut yang lebih personal. Alysca Dinda Riani, siswi SMP Bina Harapan Jatigede, berhasil menembus seleksi dan menjadi bagian resmi dari Kontingen Kwarcab Sumedang untuk Jamnas XII. Pencapaian ini bukan hal kecil—Jatigede adalah salah satu kecamatan yang secara geografis berada jauh dari pusat kota, namun mampu melahirkan talenta muda yang bersaing di tingkat nasional.

Alysca tidak berangkat sendirian dalam arti sesungguhnya. Ia membawa serta harapan sekolah yang mempercayainya, kebanggaan keluarga yang mendukungnya, serta nama Jatigede dan Sumedang yang ia emban sebagai identitas. Di tengah ribuan Pramuka dari seluruh Indonesia, ia akan menjadi representasi nyata bahwa semangat kepramukaan subur bahkan di sudut-sudut yang jauh dari sorotan.

Jambore Nasional XII sendiri merupakan kegiatan besar yang diselenggarakan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka secara berkala. Ribuan Pramuka Penggalang dari seluruh provinsi di Indonesia berkumpul dalam satu wadah untuk berkegiatan, berbagi pengalaman, menjalin persahabatan lintas daerah, dan memperluas wawasan kebangsaan. Ini bukan sekadar perkemahan—ini adalah miniatur Indonesia yang hidup dan bergerak.

Kontingen Sumedang datang bukan untuk sekadar mengisi absensi. Mereka disiapkan untuk terlibat aktif, menunjukkan identitas daerah, dan membangun jejaring yang kelak akan bermanfaat jauh melampaui arena jambore itu sendiri.

Kehadiran pejabat daerah dalam prosesi pelepasan pun bukan hal yang bisa dianggap sepele. Ini adalah sinyal kuat bahwa pemerintah Kabupaten Sumedang menaruh perhatian serius pada pembinaan generasi muda melalui jalur kepramukaan. Investasi pada karakter anak muda adalah investasi jangka panjang yang hasilnya tidak selalu langsung terlihat, namun nyata dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Bagi 32 peserta ini, perjalanan menuju Jamnas XII adalah babak baru dalam perjalanan kepramukaan mereka. Setiap kegiatan, setiap sesi, setiap pertemuan dengan Pramuka dari daerah lain adalah pengalaman yang tidak bisa digantikan oleh ruang kelas mana pun.

Dan ketika mereka kembali nanti, Sumedang menunggu cerita-cerita itu. Cerita tentang persahabatan yang terjalin, pelajaran yang dipetik, dan kebanggaan yang dari dalam diri seorang Pramuka muda yang pernah berdiri di panggung nasional atas nama daerahnya.

FAQ

Apa itu Jambore Nasional XII dan di mana pelaksanaannya?

Jambore Nasional XII adalah kegiatan besar kepramukaan yang diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, mempertemukan ribuan Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia dalam satu kegiatan bersama yang bertujuan mempererat persatuan, membangun karakter, dan memperluas wawasan kebangsaan generasi muda.

Bagaimana proses seleksi peserta Kontingen Kwarcab Sumedang untuk Jamnas XII?

Para peserta yang berangkat ke Jamnas XII merupakan hasil dari proses seleksi yang dilakukan oleh Kwartir Cabang Sumedang. Mereka dipilih berdasarkan kemampuan dan kesiapan untuk mewakili Sumedang dan Jawa Barat di tingkat nasional, sehingga hanya putra-putri terbaik yang berhasil masuk ke dalam kontingen resmi.

Siapa Alysca Dinda Riani dan mengapa keberangkatannya menjadi perhatian khusus?

Alysca Dinda Riani adalah siswi SMP Bina Harapan Jatigede yang berhasil lolos seleksi dan menjadi bagian dari Kontingen Kwarcab Sumedang untuk Jamnas XII. Pencapaiannya menjadi istimewa karena ia berasal dari Jatigede, kecamatan yang jauh dari pusat kota, dan keberhasilannya membuktikan bahwa semangat kepramukaan merata di seluruh pelosok Sumedang.



Follow Widget