Prabowo mengingatkan bahwa sistem yang kini berdiri kokoh ini bukanlah hasil kerja satu pemerintahan saja. Sebagian besar program sosial yang ada merupakan warisan dan kerja keras pemerintahan sebelumnya yang terus dilanjutkan dan diperkuat. Ia menyebut ini sebagai proses berkesinambungan sejak masa awal kemerdekaan.
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) turut disebutkan sebagai instrumen penting yang membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah dengan cicilan terjangkau. Di sisi lain, bantuan bencana tetap menjadi jaring pengaman terakhir bagi warga yang kehilangan segalanya akibat musibah alam.
Sidang Kabinet Paripurna itu berlangsung di tengah tekanan global yang memperketat ruang fiskal banyak negara. Namun Prabowo justru tampil optimistis dan meminta seluruh jajaran menteri tidak meremehkan kekuatan Indonesia.
“Jangan anggap enteng kita terus. We are strong, we are rich, and we will be richer. Kita akan lebih kaya,” tegasnya.
Pernyataan Prabowo ini menjadi sinyal bahwa meski tantangan ekonomi global makin berat, pemerintah berkomitmen mempertahankan—bahkan memperluas—jangkauan perlindungan sosial. Pertanyaannya kini bukan lagi soal apakah programnya ada, tetapi seberapa efektif semua program itu benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.