Daftar Tunggu Haji Maluku Utara Kini Hanya 11 Tahun, Turun Drastis dari 20 Tahun

MAKASSAR, PUNGGAWANEWS – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda melepas langsung ratusan jemaah calon haji asal daerahnya di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. Bukan sekadar hadir, ia membawa kabar gembira: uang saku senilai Rp1,1 miliar dari kas daerah untuk seluruh jemaah.

Sebanyak 393 jemaah kloter 13 asal Maluku Utara tiba di Makassar sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Kamis malam. Mereka menjadi bagian dari total 768 jemaah haji Maluku Utara musim ini yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah provinsi.

Rp1,5 Juta Per Orang, Langsung Diserahkan

Sherly menyerahkan uang saku sebesar Rp1,5 juta per orang kepada seluruh 768 jemaah haji Maluku Utara. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp1,1 miliar, bersumber dari APBD Provinsi Maluku Utara.

Dana ini dimaksudkan sebagai bekal tambahan selama jemaah beribadah di Arab Saudi. Pemerintah provinsi berharap nominal uang saku ini terus meningkat setiap tahun, demi meringankan beban warga yang menunaikan ibadah haji.

Bukan Hanya dari Pemprov

Selain uang saku dari daerah, jemaah juga akan menerima living cost dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebesar 500 riyal Saudi atau setara Rp3,3 juta. Dengan dua sumber dana ini, jemaah diharapkan tidak mengalami kesulitan keuangan selama di Tanah Suci.

Dukungan penuh tampak dari kehadiran gubernur, wakil gubernur, hingga pimpinan dan anggota DPRD Maluku Utara di Makassar. Sherly menegaskan pihaknya ingin memastikan seluruh jemaah mendapat pelayanan terbaik.

30 Persen Jemaah Adalah Lansia

Dari 393 jemaah kloter 13, sekitar 30 persen di antaranya merupakan warga lanjut usia. Fakta ini membuat perhatian khusus dari pemerintah provinsi menjadi semakin relevan dan berarti.

Kabar menggembirakan lain datang dari sisi antrean. Daftar tunggu haji di Maluku Utara tahun ini hanya 11 tahun, turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20 tahun. Ini menjadi sinyal positif bagi warga yang masih menunggu giliran berangkat.

Harapan Sherly untuk Jemaah

Dalam pelepasan tersebut, Sherly menyampaikan doa agar seluruh jemaah haji Maluku Utara diberikan kelancaran, kemudahan, dan kesehatan selama menjalankan ibadah. Ia berharap mereka kembali ke Ternate dan Maluku Utara dalam keadaan sehat walafiat.

“Kami sangat support. Gubernur hadir, wagub hadir, pimpinan DPRD dan anggota semuanya hadir untuk memastikan bahwa seluruh jemaah haji Maluku Utara mendapatkan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Langkah Pemprov Maluku Utara ini menjadi contoh nyata bentuk dukungan pemerintah daerah kepada warganya yang menunaikan rukun Islam kelima. Di tengah berbagai tantangan biaya dan logistik, kehadiran langsung kepala daerah hingga pemberian uang saku menjadi penyemangat tersendiri bagi para jemaah sebelum bertolak ke Makkah.

FAQ :

Apakah uang saku dari Pemprov Maluku Utara diberikan kepada semua jemaah haji? Ya, uang saku sebesar Rp1,5 juta per orang diberikan kepada seluruh 768 jemaah haji asal Provinsi Maluku Utara tahun 2026, dengan total anggaran Rp1,1 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi.

Selain uang saku dari pemprov, apakah jemaah mendapat bantuan lain? Ya. Selain uang saku dari Pemprov Maluku Utara, setiap jemaah juga mendapatkan living cost dari BPKH sebesar 500 riyal Saudi atau sekitar Rp3,3 juta.

Berapa lama daftar tunggu haji di Maluku Utara saat ini? Daftar tunggu haji di Maluku Utara tahun 2026 tercatat hanya 11 tahun, turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20 tahun.



Follow Widget