Karena itu, para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi diminta tetap siaga mendampingi jemaah — terutama kelompok lansia dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Pendampingan ini menjadi krusial mengingat kepadatan di area Masjidil Haram yang kerap meningkat tajam pascapuncak haji.
“Pendampingan diperlukan untuk mengantisipasi kepadatan di Masjidil Haram sekaligus memastikan seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan aman,” ujar Irfan.
Proses pemulangan jemaah ke Indonesia dijadwalkan berlangsung secara bertahap mulai 1 Juni hingga 30 Juni 2026. Irfan mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik, cukup beristirahat, dan mengikuti arahan petugas selama masa transisi ini. Kelelahan pascapuncak haji kerap menjadi faktor risiko yang tidak boleh diabaikan.
Di tengah proses pemulangan yang belum tuntas, Kementerian Haji dan Umrah sudah bergerak ke depan. Evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji 2026 akan segera dilakukan, dan hasilnya akan dijadikan peta jalan perbaikan untuk musim haji 2027.
Lebih mengejutkan lagi, pemerintah Indonesia mengaku telah menerima informasi awal dan jadwal penyelenggaraan haji 2027 dari Pemerintah Arab Saudi. Informasi itu langsung dijadikan landasan penyusunan rencana operasional untuk tahun depan — sebuah langkah yang terbilang sangat dini namun disengaja.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.