Sementara itu, JR Pangilinan melalui perannya sebagai Regional Director Asia-Pacific Support Centre telah lama menjadi jembatan penting antara WOSM dan negara-negara anggota di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Kontribusinya dalam mendukung program dan pengembangan kepramukaan regional menjadikannya sosok yang tepat untuk menerima penghargaan bergengsi ini.
Erick Thohir tidak hanya menyematkan lencana kepada dua tokoh WOSM tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Menpora juga memberikan sejumlah lencana penghargaan kepada para Pembina dan pengurus dari Kwartir Nasional, Kwartir Daerah, serta pihak-pihak lain yang dinilai berjasa bagi Gerakan Pramuka Indonesia.
Rangkaian upacara ini menjadi penanda dimulainya Jambore Nasional XII 2026, sebuah perhelatan besar yang mempertemukan puluhan ribu anggota Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia. Buperta Cibubur dipilih sebagai tuan rumah, melanjutkan tradisi panjang kawasan ini sebagai pusat kegiatan kepramukaan nasional.
Hari Pramuka ke-65 sendiri menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang Gerakan Pramuka sejak berdiri pada 14 Agustus 1961. Lebih dari enam dekade, organisasi ini telah mencetak generasi berkarakter, mandiri, dan berdedikasi terhadap bangsa dan negara.
Kehadiran perwakilan WOSM dalam upacara ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan kepramukaan terbesar di dunia. Dengan jumlah anggota yang mencapai puluhan juta orang, Indonesia secara konsisten menjadi salah satu kontributor utama dalam gerakan kepramukaan global.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.