Lucky menegaskan bahwa seluruh personel TNI yang terlibat dalam operasi ini bertindak sesuai ketentuan hukum dan Rules of Engagement (ROE) yang berlaku. Keselamatan masyarakat sipil disebutnya sebagai salah satu prinsip dasar dalam setiap pengambilan keputusan di lapangan.

“TNI-Polri bersama seluruh aparat penegak hukum akan terus mengejar dan menangkap pelaku kejahatan di Tanah Papua,” tegasnya.

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Dalam beberapa tahun terakhir, operasi gabungan di Papua memang terus digencarkan menyusul serangkaian insiden kekerasan yang melibatkan kelompok bersenjata, mulai dari penyerangan pos aparat, penyanderaan warga, hingga pembakaran fasilitas umum.

Kabupaten Maybrat sendiri bukan pertama kali menjadi titik panas. Wilayah ini sempat menjadi perhatian nasional pascainsiden penyerangan Pos Koramil Kisor pada September 2021 yang menewaskan empat anggota TNI. Sejak itu, kehadiran aparat di wilayah tersebut terus diperkuat.

Insiden Sabtu malam ini menambah daftar panjang kontak senjata yang terjadi di Papua Barat Daya, sekaligus menunjukkan bahwa tekanan terhadap kelompok TPNPB-OPM di wilayah Sorong Raya semakin intensif.

Hingga berita ini diturunkan, pihak TPNPB-OPM belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tewasnya Arso Aisnak dan Yohanes Ky, maupun kronologi versi mereka atas peristiwa tersebut. Pengejaran terhadap Manfret Fatem dan kelompoknya dilaporkan masih berlangsung.



Follow Widget