Sebelum meletus menjadi baku tembak, Lucky menyebutkan bahwa pasukan TNI sempat meminta kelompok tersebut untuk menyerah dan meletakkan senjata. Tawaran itu tidak disambut. Sebaliknya, imbauan dibalas dengan tembakan dari pihak TPNPB-OPM.
“Dalam kontak senjata tersebut, Arso Aisnak dan Yohanes Ky tewas,” kata Lucky dalam keterangannya.
Manfret Fatem, yang disebut sebagai pemimpin kelompok dalam insiden ini, berhasil melarikan diri bersama sejumlah anggotanya ke dalam hutan. Operasi pengejaran terhadap mereka langsung dilanjutkan usai kontak senjata berakhir.
Dari lokasi baku tembak, pasukan TNI berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu pucuk senjata api jenis revolver lengkap dengan amunisi, puluhan amunisi senapan mesin, sejumlah senjata tajam, peralatan komunikasi, serta dua lembar bendera Bintang Kejora.
Temuan dua bendera Bintang Kejora di lokasi memperkuat dugaan bahwa kelompok ini tidak sekadar hendak menyusup ke permukiman, melainkan juga membawa agenda simbolik yang lebih luas.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.