SINJAI, PUNGGAWANEWS – Dua hari di antara pegunungan Sinjai Borong bisa mengubah cara pandang seseorang terhadap alam. Itulah yang ingin ditawarkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sinjai lewat kegiatan “Weekend in Nature” yang akan digelar pada 25–26 September 2026 di Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Lathief, Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong.
Bukan sekadar acara rekreasi biasa, kegiatan ini dirancang sebagai momentum untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. DLHK Sinjai mengemas program ini dengan semangat yang tegas dan sederhana: One Weekend, One Nature, One Commitment for a Greener Sinjai.
Gagasan “reconnect with nature” atau kembali terhubung dengan alam menjadi benang merah dari seluruh rangkaian kegiatan. Di tengah kesibukan sehari-hari yang semakin menyerap perhatian pada layar dan rutinitas perkotaan, Weekend in Nature hadir sebagai jeda yang bermakna.
Tahura Abdul Lathief bukan dipilih secara kebetulan. Kawasan ini menyimpan kekayaan alam yang khas dari pegunungan Sinjai Borong — udara yang bersih, vegetasi yang masih terjaga, dan lanskap yang mampu mengembalikan ketenangan pikiran. Tempat seperti ini menjadi ruang ideal untuk memadukan rekreasi dengan edukasi lingkungan.
DLHK Sinjai ingin menggeser persepsi masyarakat terhadap alam. Selama ini, banyak orang memandang hutan dan taman alam hanya sebagai destinasi wisata — tempat yang dikunjungi lalu ditinggalkan. Melalui program ini, pesan yang ingin disampaikan jauh lebih dalam: alam bukan sekadar latar foto, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama.
Pendekatan ini relevan dengan kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Deforestasi, perubahan iklim, dan menurunnya kualitas ekosistem bukan lagi isu global yang terasa jauh. Di tingkat lokal seperti Sinjai, dampaknya sudah mulai terasa — dan respons dari level komunitas menjadi bagian penting dari solusi.
Weekend in Nature hadir sebagai ruang edukasi yang tidak menggurui. Program ini mengajak peserta untuk merasakan langsung nilai ekologis dari kawasan hijau seperti Tahura Abdul Lathief, bukan hanya menerima ceramah tentang pentingnya lingkungan.
Kegiatan berlangsung selama dua hari penuh, memberi cukup waktu bagi peserta untuk benar-benar menyerap suasana alam dan meresapi pesan yang ingin disampaikan. Format weekend dipilih karena memberikan jeda dari rutinitas kerja tanpa menuntut pengorbanan waktu yang terlalu besar dari masyarakat.
Konsep kampanye yang diusung DLHK Sinjai ini juga mencerminkan pergeseran pendekatan dalam komunikasi lingkungan. Alih-alih menyampaikan data dan angka yang sering kali sulit dicerna publik umum, Weekend in Nature menyentuh sisi emosional — mengundang orang untuk merasakan alam, bukan hanya memahaminya secara kognitif.
Ketika seseorang berdiri di tengah hutan, mendengar suara air mengalir dan angin menerobos pepohonan, kepedulian terhadap lingkungan tidak perlu lagi dijelaskan panjang lebar. Ia dengan sendirinya.
Kabupaten Sinjai sendiri memiliki potensi alam yang cukup beragam. Kawasan pegunungan di Sinjai Borong menjadi salah satu aset ekologis penting yang perlu dijaga kelestariannya. Tahura Abdul Lathief merupakan salah satu representasi dari kekayaan tersebut — sebuah kawasan konservasi yang menyimpan fungsi ekologis vital sekaligus potensi wisata alam yang belum sepenuhnya tergarap secara optimal.
Dengan menggelar kegiatan seperti Weekend in Nature, DLHK Sinjai sekaligus membuka dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat tentang masa depan kawasan hijau. Ini bukan hanya soal satu akhir pekan di hutan — ini tentang membangun dan komitmen jangka panjang.
Komitmen itulah yang menjadi inti dari tagline kegiatan ini. “Satu akhir pekan, satu alam, satu komitmen untuk Sinjai yang lebih hijau” bukan sekadar slogan. Ia adalah ajakan untuk bergerak bersama — bahwa urusan lingkungan terlalu besar untuk diserahkan hanya kepada pemerintah atau aktivis, dan terlalu penting untuk diabaikan.
Masyarakat Sinjai yang hadir dalam kegiatan ini diharapkan pulang bukan hanya dengan kenangan indah dari panorama Tahura Abdul Lathief, tetapi juga dengan perspektif baru tentang peran mereka dalam menjaga lingkungan sekitar.
Dalam jangka panjang, kegiatan semacam ini bisa menjadi bagian dari ekosistem edukasi lingkungan yang lebih luas di Kabupaten Sinjai. Jika Weekend in Nature berhasil membangun kesadaran bahkan pada sebagian kecil pesertanya, dampaknya bisa terus mengalir — dari individu ke keluarga, dari komunitas ke kawasan yang lebih luas.
Sinjai yang lebih hijau tidak terjadi dalam satu malam. Tapi ia bisa dimulai dari satu akhir pekan di antara pepohonan Tahura Abdul Lathief.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.