MERAUKE, PUNGGAWANEWS – Hampir seratus warga Papua Nugini hadir di Pos Lintas Batas Negara Sota, Merauke, pada 17 Agustus 2026—bukan untuk berdagang, bukan untuk mencari suaka, melainkan untuk berdiri di bawah tiang bendera dan ikut merayakan kemerdekaan negara tetangga mereka.
Sebagian dari mereka menempuh perjalanan satu hingga dua hari penuh dengan mengayuh sepeda, menembus medan perbatasan yang jauh dari kata nyaman. Mereka datang bukan karena kewajiban hukum, bukan karena ada insentif materi—mereka datang karena ingin hadir.
Peristiwa ini terjadi di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, tepat di garis batas antara Indonesia dan Papua Nugini. Badan Pengelola Perbatasan setempat memang menyebarkan undangan resmi kepada komunitas di sisi PNG, mengajak mereka untuk hadir dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Undangan yang disebar panitia berjumlah sekitar lima puluh lembar. Yang datang hampir dua kali lipat dari angka itu.
Kepala PLBN Sota Matilda, membenarkan lonjakan antusiasme yang tidak terduga tersebut. Panitia bahkan harus berimprovisasi menyulap sebuah bangunan sekolah menjadi tempat penginapan sementara, disiapkan untuk menampung tamu-tamu dari seberang batas selama tiga hari perayaan berlangsung.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.