Data resmi Sahabat Pedalaman mencatat, sejak 2021 hingga akhir 2024, program Jembatan Pelosok Negeri telah berhasil membangun tujuh jembatan di berbagai wilayah terpencil dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 8.500 orang. Dalam perkembangan terkini yang dibagikan Wafiq melalui media sosialnya, angka tersebut disebut telah bertambah hingga 11 jembatan.

Ada ironi yang menarik dalam perjalanan ini. Seseorang yang dulu kesulitan mencari pintu masuk untuk dirinya sendiri, justru kini ikut membangun akses bagi ribuan orang yang kondisinya jauh lebih terbatas. Dulu ia yang menunggu pintu dibuka. Kini ia yang membantu membukakan jalan.

Kisah ini sekaligus menjadi sindiran halus bagi cara kita mendefinisikan sukses. Selama ini, keberhasilan kerap diukur dari hal-hal yang cepat terlihat: gaji dua digit sebelum usia 25, jabatan mentereng sebelum 30, kendaraan dan hunian yang layak dijadikan konten. Kalau belum memenuhi standar itu, dianggap belum berhasil. Dianggap kurang usaha. Atau sekadar belum beruntung.

Padahal tidak semua keberhasilan berbentuk ruang kantor ber-AC. Ada juga keberhasilan yang wujudnya rangka besi dan papan kayu yang membentang di atas sungai deras. Ada keberhasilan yang ukurannya bukan follower atau views, tapi berapa banyak anak yang akhirnya bisa menyeberang dengan selamat setiap pagi.