PUNGGAWANEWS, AKTIVITAS – Kabut turun perlahan di puncak Gunung Bawakaraeng pagi itu. Angin berembus dingin, menyusup di sela pepohonan, membawa sunyi yang tidak bisa ditemukan di kota-kota yang riuh. Gunung tidak pernah menjanjikan kenyamanan, tetapi selalu menawarkan kejujuran tentang lelah, tentang batas, dan tentang keberanian.

Di jalur yang menanjak itu, langkah-langkah kecil terdengar pelan namun pasti.

Tiga anak perempuan berjalan beriringan. Nafeeza Prilia Randa (8 tahun), Damara Prilia Randa (6 tahun), dan yang paling kecil, Zerina Alfathunnisa Randa (4 tahun). Di usia ketika sebagian anak masih akrab dengan permainan di dalam rumah, mereka justru memilih berjalan menapaki jalur terjal, menyapa alam dengan cara yang sederhana: melangkah.

Tidak ada ambisi besar yang mereka bawa. Tidak ada keinginan untuk disebut hebat. Mereka hanya berjalan dengan rasa ingin tahu yang polos, dan keberanian yang tanpa banyak kata.