Salah satu program andalan yang kemudian lahir dari yayasan ini adalah Jembatan Pelosok Negeri. Sesuai namanya, program ini hadir untuk menjawab kebutuhan nyata warga di pedalaman yang selama ini terisolasi bukan karena tidak mau berkembang, tapi karena secara harfiah tidak ada jalan yang menghubungkan mereka.
Jembatan yang dibangun Sahabat Pedalaman adalah jembatan gantung. Dibuat dengan anggaran yang efisien, namun tidak mengorbankan kualitas. Konstruksinya dirancang untuk bertahan lama dan benar-benar bisa digunakan masyarakat setempat dalam jangka panjang.
Di kota, jembatan adalah hal yang begitu biasa sampai orang lebih sering mengeluh soal kemacetan di atasnya ketimbang mensyukuri keberadaannya. Tapi di pelosok, jembatan bisa menjadi perbedaan antara anak yang bisa berangkat sekolah setiap hari atau harus absen karena sungai meluap. Antara petani yang bisa membawa hasil panen ke pasar atau membiarkan panen membusuk di ladang. Antara warga yang bisa mengakses layanan kesehatan atau menahan sakit sambil menunggu air surut.
Dampaknya tidak berhenti di angka-angka laporan. Setiap jembatan yang berdiri adalah kesempatan baru bagi komunitas yang selama ini tertinggal bukan karena pilihan, melainkan karena keterbatasan akses.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.