Khabab bin Al-Arad pergi tanpa membawa harta Kufah ke liang lahadnya. Yang ia bawa hanyalah bekas luka di punggung dan kalimat tauhid yang dulu ia pertahankan di atas bara api.

Di Bukit Tuawair, gundukan tanah sederhana itu menjadi penanda peristirahatan terakhir seseorang yang mengajarkan bahwa keimanan sejati bukan diukur dari seberapa banyak nikmat yang diterima, melainkan dari seberapa teguh seseorang bertahan ketika nikmat itu dicabut — dan justru lebih waspada ketika nikmat itu berlimpah ruah.



Follow Widget