Setiap hari ia menyaksikan manusia menyembah patung batu hasil pahatan tangan mereka sendiri. Akalnya yang jernih menolak kegilaan itu. Batinnya bergejolak. Ia merindukan cahaya di tengah pekatnya kejahiliyahan.
Pertemuan yang Mengubah Segalanya
Kabar tentang seorang lelaki jujur dari Bani Hasyim yang menyerukan keesaan Allah sampai ke telinga Khabab. Ia mengenali sosok itu. Muhammad, lelaki yang tak pernah berdusta seumur hidupnya.
Sebelum fajar menyingsing, ketika para pembesar Quraisy masih terlelap, Khabab melangkahkan kaki menuju tempat Muhammad biasa menemui para pengikutnya. Ia datang bukan untuk percaya begitu saja. Sebagaimana seorang pandai besi yang terbiasa menguji kemurnian logam dengan api, ia ingin menguji kebenaran itu sendiri.
Di hadapan Rasulullah, Khabab merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya: ketenangan yang merasuk hingga ke tulang. Ayat-ayat yang dibacakan bukan syair penyair biasa. Kata-kata itu menembus langsung ke dalam hatinya.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.