Khabab memberanikan diri keluar dari persembunyiannya. “Wahai Umar, bergembiralah. Tampaknya Allah memilihmu sebagai jawaban doa Rasulullah.”
Hari itu, Khabab menjadi perantara hidayah bagi salah satu manusia terpenting dalam sejarah Islam.
Kemenangan di Badar, Tangisan di Kufah
Setelah hijrah ke Madinah, Khabab merdeka sepenuhnya. Ia ikut dalam Perang Badar, menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri para penyiksa yang dulu tertawa di atas penderitaannya kini tersungkur di medan laga.
Waktu terus berputar. Rasulullah wafat. Abu Bakar dan Umar menyusul. Islam meluas menaklukkan Persia dan Romawi. Harta rampasan perang mengalir deras ke rumah Khabab di Kufah. Lelaki yang dulu tak punya baju untuk menutupi punggungnya kini menyimpan sekitar 40.000 dirham.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.