Wasiat dari Tepi Ajal

Di usianya yang ke-73 tahun, sekitar tahun 37 Hijriah, penyakit parah menyerang tubuhnya. Ia menjalani pengobatan dengan sundutan besi panas di perut sebanyak tujuh kali. Besi dan api, dua hal yang tak pernah benar-benar meninggalkannya.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, ia berwasiat agar dimakamkan di luar kota Kufah, di tempat terbuka, agar kaum muslimin tidak takut pada kematian dan bisa mengikutinya membangun tradisi pemakaman di sana.

Khalifah Ali bin Abi Thalib yang baru kembali dari Perang Shiffin membelokkan kudanya begitu mendengar kabar wafatnya Khabab. Ia berdiri di sisi makam yang tanahnya masih merah basah.

Rahimallahu Khabban,” ucap Ali. “Semoga Allah merahmati Khabab. Dia masuk Islam dengan penuh kesadaran, berhijrah dengan penuh ketaatan, dan hidup sebagai seorang mujahid. Sungguh Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.”



Follow Widget