SINJAI, PUNGGAWANEWS – Tujuh kilometer aspal baru kini mulai mengubah wajah perbatasan Desa Tompobulu dan Desa Duampanuae di Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai. Pembangunan ruas jalan Lita–Manimpahoi yang dibiayai melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah telah menyentuh angka 70 persen, menandai babak baru bagi ribuan warga yang selama ini harus berjibaku dengan kondisi jalan yang memprihatinkan.

Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, turun langsung meninjau lokasi proyek pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kehadiran orang nomor satu di Sinjai itu bukan sekadar seremonial. Ia ingin memastikan pengerjaan berjalan sesuai target dan kualitasnya tidak meleset dari harapan warga yang telah lama menanti.

Bagi masyarakat Bulupoddo, jalan ini bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah urat nadi kehidupan. Setiap musim panen, warga harus mengangkut hasil kebun mereka melalui jalur yang berlubang dan licin, menguras tenaga sekaligus memangkas nilai jual produk pertanian mereka karena ongkos angkut yang membengkak.

Ratnawati menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan hanya soal mengecor permukaan beton atau menghampar aspal. Lebih dari itu, ia menyentuh langsung kehidupan ekonomi masyarakat di pelosok. “Dengan kondisi jalan yang semakin baik, mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian bisa lebih lancar,” katanya. “Akses antarwilayah juga semakin terbuka sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.”

Proyek ini bukan lahir dari inisiatif lokal semata. Dukungan pemerintah pusat melalui skema Inpres Jalan Daerah menjadi tulang punggung percepatan pembangunan infrastruktur di Sinjai. Yang menarik, Sinjai bukan pertama kali menikmati program ini. Kabupaten yang berada di jazirah timur Sulawesi Selatan tersebut bahkan tercatat mendapatkan kucuran program IJD selama tiga tahun berturut-turut.



Follow Widget