SINJAI, PUNGGAWANEWS – Tepuk semangat dan doa mengiringi keberangkatan 48 anggota Pramuka Penggalang Kabupaten Sinjai menuju Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wiladatika Cibubur, Jakarta. Bukan keberangkatan biasa — mereka membawa nama dan kehormatan daerah di hadapan 19.650 Pramuka dari seluruh penjuru Indonesia dan Ribuan Anggota Gerakan Kepanduan dari Seluruh Belahan Dunia.

Pelepasan resmi kontingen digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Jumat, 7 Agustus 2026. Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, hadir langsung untuk melepas para peserta, memberikan pesan, sekaligus membekali mereka dengan semangat dan tanggung jawab moral sebagai duta daerah.

“Hari ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi momentum untuk memberikan doa, dukungan, dan penghargaan kepada putra-putri terbaik Kabupaten Sinjai yang akan membawa nama daerah ke tingkat nasional,” ujar Ratnawati dalam sambutannya.

Kontingen Sinjai terdiri dari 48 peserta aktif — 24 putra dan 24 putri — ditambah dua pimpinan kontingen cabang, yakni Mahyuddin Taha dan Sulaeha Irwan, serta enam pembina pendamping: Rustan Syuaib, Said Arifin, Zakariah Ramli, Sriani Madong, Zuhrah, dan Asmawati. Total 56 orang siap mewakili Sinjai dalam ajang kepramukaan terbesar di Indonesia itu.

Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sinjai, Irwan Suaib, menjelaskan rute perjalanan kontingen. Sebelum menuju ibu kota, mereka terlebih dahulu bergabung dengan Kwartir Daerah Sulawesi Selatan dan dilepas secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan di Pelabuhan Makassar.

“Insya Allah kontingen Pramuka Kwarcab Sinjai akan bergabung dengan kontingen Kwarda Sulawesi Selatan. Selanjutnya peserta menuju Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan kapal Pelni dengan waktu perjalanan sekitar dua hari dua malam,” jelas Irwan.

Keberangkatan dari Sinjai dijadwalkan malam hari ini, 7 Agustus 2026, melalui Pelabuhan Sukarno Hatta Makassar. Bersama ribuan Pramuka terbaik dari kawasan timur Indonesia, kontingen Sinjai akan mengarungi lautan menuju Jakarta — sebuah perjalanan yang sendirinya sudah menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para peserta.

Jambore Nasional XII bukan sekadar kegiatan perkemahan besar. Ajang ini menjadi ruang temu bagi sekitar 17 ribu Pramuka Penggalang dari 540 kabupaten dan kota di seluruh 34 provinsi Indonesia. Sebuah skala yang menggambarkan betapa strategisnya peran kegiatan ini dalam mempererat persatuan bangsa sejak usia dini.

Bupati Ratnawati menegaskan bahwa Jambore Nasional adalah momentum penting bagi generasi muda untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh di sana tidak akan bisa digantikan oleh pelajaran apa pun di ruang kelas.

“Di sana kalian akan belajar hidup bersama, membangun persahabatan, bertukar pengalaman, mengenal keberagaman budaya Indonesia, dan memperkuat rasa cinta tanah air. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menjadi generasi yang membanggakan Sinjai di masa depan,” pesannya kepada para peserta.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota kontingen untuk menjaga disiplin, menjunjung tinggi , menghormati perbedaan, dan menjadi teladan yang baik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Nama Sinjai, kata Ratnawati, adalah amanah yang harus dijaga setiap saat.

Keikutsertaan Kabupaten Sinjai dalam Jamnas XII bukan tanpa proses. Para peserta telah melalui seleksi ketat di tingkat cabang sebelum dinyatakan layak mewakili daerah. Mereka adalah Pramuka Penggalang terpilih yang dinilai memiliki kemampuan, karakter, dan kesiapan untuk bersaing serta berkolaborasi di tingkat nasional.

Gerakan Pramuka, dalam pandangan Bupati Ratnawati, memiliki peran strategis yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Organisasi kepanduan ini dinilai mampu mencetak generasi muda yang berintegritas, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan — kualitas yang semakin dibutuhkan bangsa di tengah tantangan zaman.

Momen pelepasan ini pun menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan generasi muda melalui jalur organisasi non-formal. Kehadiran langsung Bupati dalam acara pelepasan menunjukkan betapa seriusnya Pemerintah Kabupaten Sinjai memandang Gerakan Pramuka sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia daerah.

Para peserta tampak bersemangat dan siap menempuh perjalanan panjang — dua hari dua malam di atas kapal Pelni sebelum tiba di Jakarta. Bagi sebagian besar dari mereka, ini adalah pertama kalinya meninggalkan Sulawesi Selatan dan berjumpa dengan ribuan kawan baru dari Sabang hingga Merauke.

Dengan bekal motivasi dari pemimpin daerah, dukungan para pembina pendamping, dan semangat kebersamaan yang terjalin sejak masa latihan, kontingen Pramuka Kwarcab Sinjai melangkah mantap. Mereka bukan hanya berangkat untuk berkemah — mereka berangkat untuk membuktikan bahwa Sinjai layak berdiri sejajar dengan kabupaten-kabupaten terbaik di seluruh Indonesia.

FAQ

Berapa jumlah kontingen Pramuka Kabupaten Sinjai yang dikirim ke Jambore Nasional XII 2026?
Kontingen Pramuka Kwarcab Sinjai berjumlah 56 orang, terdiri dari 48 peserta aktif (24 putra dan 24 putri), dua pimpinan kontingen cabang, serta enam pembina pendamping.

Bagaimana rute perjalanan kontingen Sinjai menuju Jakarta?
Kontingen berangkat dari Pelabuhan Sukarno Hatta Makassar, bergabung dengan Kwarda Sulawesi Selatan, lalu berlayar menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menggunakan kapal Pelni selama sekitar dua hari dua malam.

Apa pesan Bupati Sinjai kepada kontingen yang diberangkatkan?
Bupati Ratnawati Arif berpesan agar para peserta menjaga nama baik daerah, menjunjung disiplin dan , menghormati perbedaan, serta menjadikan Jambore Nasional sebagai pengalaman berharga untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan.



Follow Widget