Ia juga mengingatkan seluruh anggota kontingen untuk menjaga disiplin, menjunjung tinggi , menghormati perbedaan, dan menjadi teladan yang baik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Nama Sinjai, kata Ratnawati, adalah amanah yang harus dijaga setiap saat.
Keikutsertaan Kabupaten Sinjai dalam Jamnas XII bukan tanpa proses. Para peserta telah melalui seleksi ketat di tingkat cabang sebelum dinyatakan layak mewakili daerah. Mereka adalah Pramuka Penggalang terpilih yang dinilai memiliki kemampuan, karakter, dan kesiapan untuk bersaing serta berkolaborasi di tingkat nasional.
Gerakan Pramuka, dalam pandangan Bupati Ratnawati, memiliki peran strategis yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Organisasi kepanduan ini dinilai mampu mencetak generasi muda yang berintegritas, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan — kualitas yang semakin dibutuhkan bangsa di tengah tantangan zaman.
Momen pelepasan ini pun menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan generasi muda melalui jalur organisasi non-formal. Kehadiran langsung Bupati dalam acara pelepasan menunjukkan betapa seriusnya Pemerintah Kabupaten Sinjai memandang Gerakan Pramuka sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia daerah.
Para peserta tampak bersemangat dan siap menempuh perjalanan panjang — dua hari dua malam di atas kapal Pelni sebelum tiba di Jakarta. Bagi sebagian besar dari mereka, ini adalah pertama kalinya meninggalkan Sulawesi Selatan dan berjumpa dengan ribuan kawan baru dari Sabang hingga Merauke.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.