JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Sebuah ruangan tersembunyi di lingkungan sekolah swasta di Jakarta Selatan menyimpan rahasia yang mengejutkan — hampir seribu pucuk senjata, amunisi, narkoba, hingga konten diduga pornografi ditemukan di balik pintu yang selama ini terkunci rapat.
Penemuan menggemparkan ini bermula ketika pengurus baru yayasan sekolah tersebut hendak membuka sejumlah ruangan untuk keperluan kegiatan belajar mengajar. Bukannya fasilitas pendidikan yang mereka temukan, melainkan gudang senjata yang tak terbayangkan sebelumnya ada di dalam lingkungan sekolah.
Pada 10 dan 11 Juli lalu, total 995 pucuk senjata jenis senapan angin dan pistol ditemukan dalam ruangan yang sebelumnya dikuasai oleh ketua yayasan lama berinisial IWD. Mantan ketua yayasan itu sendiri telah lebih dulu dipecat sejak April lalu terkait dugaan penyalahgunaan dana yayasan.
Temuan pertama sudah mencengangkan. Namun belum selesai proses penyelidikan, pencarian lanjutan pada 6 Agustus kembali mengungkap barang-barang yang tak kalah mengejutkan — alat pembuat peluru, bahan diduga narkoba jenis sabu dan ganja, senjata jenis AK-47, hingga sejumlah keping VCD yang diduga bermuatan konten pornografi.
Pengurus baru yayasan mengaku sama sekali tidak mengetahui keberadaan barang-barang tersebut. Seluruh akses ke ruangan itu masih dipegang oleh manajemen lama yang telah dipecat. Mereka baru menyadari ada sesuatu yang ganjil ketika hendak memanfaatkan ruangan untuk kebutuhan sekolah.
Kuasa hukum yayasan menjelaskan bahwa proses pembukaan ruangan dan pemeriksaan barang bukti dilakukan di luar jam sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar siswa tidak terganggu sama sekali. Aktivitas akademik di sekolah tersebut diklaim tetap berjalan normal meski kasus ini tengah menjadi sorotan publik.
Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya segera mengambil alih penanganan kasus ini. Seluruh barang bukti diamankan dan diserahkan ke Wasendak — unit pengawasan senjata dan bahan peledak Polda Metro Jaya — untuk diteliti lebih lanjut. Satu pucuk senjata api masih disimpan di Mapolres Metro Jakarta Selatan sebagai bahan penyelidikan.
Polisi kemudian mengungkap rincian temuan pertama. Dari 996 pucuk senjata yang ditemukan, 995 di antaranya merupakan senjata angin, terdiri atas 776 senapan angin, 215 pistol angin, dan 4 pucuk senapan kaliber 4,5 mm. Satu senjata lainnya merupakan senjata api jenis French PAS 15 kaliber 12.
Yang menambah kompleksitas kasus ini, polisi menemukan bahwa senjata-senjata tersebut terdaftar atas nama seseorang berinisial DS yang telah meninggal dunia pada tahun 2020. Temuan ini membuka pertanyaan baru: siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas penyimpanan ratusan senjata itu, dan bagaimana barang-barang tersebut bisa masuk ke lingkungan sekolah tanpa sepengetahuan siapapun?
Pihak yayasan menegaskan bahwa sekolah tidak pernah memiliki kegiatan ekstrakurikuler menembak yang bisa dijadikan alasan keberadaan senjata-senjata itu. Pernyataan ini semakin memperkuat kecurigaan bahwa ada agenda tersembunyi di balik penimbunan senjata dalam jumlah besar di lingkungan pendidikan.
Yang masih menjadi misteri adalah sebuah ruangan lain yang diduga berbentuk seperti bunker. Pintu ruangan itu belum berhasil dibuka dan akses ke dalamnya masih terkunci. Pihak yayasan secara resmi meminta polisi untuk segera berkoordinasi membuka ruangan tersebut, karena sangat mungkin masih menyimpan barang-barang lain yang belum terungkap.
Polisi menyatakan status kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Sejumlah saksi yang pertama kali melaporkan dugaan keberadaan senjata api telah dimintai keterangan. Dalam waktu dekat, penyidik berencana memanggil IWD — mantan ketua pengurus yayasan — untuk dimintai klarifikasi atas temuan yang menghebohkan ini.
Terkait kemungkinan pelanggaran hukum, polisi menegaskan bahwa jika ditemukan pelanggaran administratif menyangkut izin impor dan penyimpanan senjata angin, sanksi yang dapat dijatuhkan mulai dari pencabutan izin impor hingga penerapan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Aturan tersebut mengatur kepemilikan senjata dan bahan peledak secara tegas di Indonesia.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. Sebuah institusi yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak ternyata menyimpan gudang senjata ilegal yang jumlahnya mencapai hampir seribu pucuk. Pertanyaan besar yang kini mengemuka: bagaimana hal ini bisa terjadi tanpa ada yang mengetahui selama bertahun-tahun?
Penyelidikan masih terus berlangsung. Tiga ruangan di lingkungan yayasan saat ini masih dalam proses penyegelan oleh polisi dan dijaga ketat oleh petugas keamanan internal. Publik menantikan hasil pemeriksaan ruangan yang diduga bunker itu — apakah akan kembali mengungkap temuan yang lebih mengejutkan, atau justru menjadi titik terang atas motif di balik penimbunan senjata berskala besar ini.
FAQ
Apa saja yang ditemukan di sekolah swasta Jakarta Selatan tersebut?
Ditemukan 995 pucuk senjata angin dan satu senjata api, alat pembuat peluru, bahan diduga narkoba jenis sabu dan ganja, senjata jenis AK-47, serta VCD diduga berkonten pornografi. Semua barang ditemukan di ruangan yang sebelumnya dikuasai mantan ketua yayasan berinisial IWD.
Apakah kegiatan belajar mengajar di sekolah terganggu?
Tidak. Pihak yayasan memastikan proses pembukaan ruangan dan pemeriksaan barang bukti dilakukan di luar jam sekolah, sehingga aktivitas siswa dan tenaga pengajar tetap berjalan normal.
Siapa yang bertanggung jawab atas keberadaan senjata-senjata tersebut?
Penyelidikan masih berlangsung. Senjata-senjata itu terdaftar atas nama seseorang berinisial DS yang telah meninggal pada 2020. Polisi berencana memanggil IWD, mantan ketua yayasan yang telah dipecat, untuk dimintai keterangan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.