Namun justru di situlah letak maknanya.
Langkah mereka bukan sekadar perjalanan fisik. Ia adalah proses belajar yang jujur. Ketika kaki mulai lelah, mereka berhenti sejenak. Ketika napas terasa berat, mereka belajar mengatur ritme. Ketika jalur terasa sulit, mereka saling menunggu.
Tidak ada keluhan berlebihan. Tidak ada rasa ingin menyerah yang ditunjukkan dengan dramatis. Yang ada hanyalah usaha kecil yang terus diulang melangkah, berhenti, lalu melangkah lagi.
Dan mungkin, di situlah kita melihat sesuatu yang sering hilang ketika manusia beranjak dewasa: ketulusan dalam berproses.
Di balik keberanian itu, ada tangan-tangan yang diam-diam membentuknya. Mereka adalah putri dari pasangan Rudi Gunawan dan Nurfaidah Maknun, sebuah keluarga dari Kabupaten Sinjai yang memilih cara berbeda dalam membesarkan anak-anaknya.



1 Komentar