JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Badan Gizi Nasional bergerak cepat. Di tengah sorotan publik terhadap carut-marut program Makan Bergizi Gratis, lembaga yang mengelola salah satu program prioritas Presiden Prabowo ini resmi memperkenalkan dua pejabat tinggi madya yang ditunjuk langsung oleh kepala negara—sebuah langkah yang dibaca sebagai respons serius atas berbagai persoalan tata kelola yang belum tuntas.

Penunjukan ini bukan jalur birokrasi biasa. Merujuk pada Pasal 59 Peraturan Presiden Nomor 83 tentang BGN, pejabat tinggi madya dapat diangkat langsung oleh Presiden tanpa melalui mekanisme seleksi terbuka. Keputusan Presiden pun telah ditandatangani, dan BGN langsung memperkenalkan dua nama tersebut kepada publik pada Senin, 21 Juli 2025.

Pejabat pertama adalah Dr. Prima Yosefin Berliana Tumiur Hutapea, MKM, yang didapuk sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola. Ia berlatar belakang dokter dengan spesialisasi Magister Kesehatan Masyarakat, dan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan, dengan keahlian khusus di bidang epidemiologi dan manajemen imunisasi.

Kepala BGN menegaskan bahwa pilihan ini bukan kebetulan. Pengalaman Prima dalam mengelola program imunisasi nasional dinilai sangat relevan dengan karakteristik program MBG: berskala nasional, menyasar jutaan penerima manfaat, dan membutuhkan sistem pendataan yang presisi hingga ke tingkat individu—by name by address.

Tugas utama Prima di BGN adalah merapikan penetapan sasaran dan target penerima MBG yang selama ini masih dianggap belum akurat. Publik tentu masih ingat polemik angka 63,2 juta penerima yang sempat menjadi perdebatan. Di sinilah keahlian Prima diharapkan menjadi solusi—membangun sistem dari perencanaan, distribusi berjenjang, pencatatan penerima, hingga monitoring dan evaluasi capaian program.



Follow Widget