Salah satu momen yang paling menyentuh adalah ketika seorang anggota Paskibraka bernama Mavela Felicia Antaribaba mendapat kehormatan memegang dan mencium Bendera Merah Putih. Gestur sederhana itu memancarkan makna yang dalam—penghormatan seorang anak bangsa kepada simbol perjuangan leluhurnya.

Basuki dalam sambutannya menyampaikan pesan yang lugas namun penuh bobot. Ia menyebut para anggota Paskibraka sebagai pasukan pengibar bendera ibu kota kepulauan Indonesia tahun 2026, yang akan bertugas di lapangan Seremonial Plaza Nusantara. Ia memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar memberikan rahmat dan kemudahan bagi seluruh anggota dalam menjalankan tugas mulia itu.

Pengukuhan ini memiliki nilai historis yang tak bisa diabaikan. Ini adalah salah satu peringatan HUT RI yang kembali digelar di Ibu Kota Nusantara, menegaskan komitmen pemerintah bahwa IKN bukan hanya proyek pembangunan fisik, tetapi juga pusat kehidupan kenegaraan yang nyata dan berdenyut.

Para peserta Paskibraka IKN 2026 berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Papua. Keberagaman asal daerah ini menjadi cerminan nyata dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika—berbeda-beda tetapi tetap satu dalam semangat kebangsaan.

Usai pengukuhan resmi, Basuki bersama Penasehat Dharma Wanita Persatuan OIKN berkeliling untuk memberikan ucapan selamat secara langsung kepada setiap anggota Paskibraka. Suasana menjadi hangat ketika sang Kepala OIKN menyapa satu per satu, termasuk kepada anggota dari Papua dengan pesan agar menikmati dan mengemban tugas dengan sepenuh hati.



Follow Widget