Namun gelar doktor, bintang dua di pundak, dan daftar jabatan panjang itu ternyata tidak mengubah satu sederhana yang ia pertahankan: pulang ke Takalar tanpa pengawalan.
Keluarga besar Awal Chairuddin bermukim di Lingkungan Bilacaddi, Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Di sana, ia bukan jenderal. Ia adalah saudara, keponakan, dan tetangga yang masih ingat dari mana ia berasal.
Ruslin Karaeng Leo, sepupu Awal, menjadi salah satu saksi paling jujur dari karakter asli sang jenderal. Kepada wartawan yang menghubunginya pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Ruslin menceritakan bagaimana Awal tidak pernah memutus tali silaturahmi dengan keluarga besarnya di Takalar, meski tugas bertahun-tahun menggiringnya jauh ke Jakarta.
“Pak jenderal selalu menolak perlakuan khusus pengawalan ketika pulang kampung bertemu keluarganya di Takalar,” kata Ruslin.
Pernyataan itu mungkin terdengar enteng. Tapi siapa pun yang pernah menyaksikan protokol keamanan pejabat tinggi Polri — dengan deretan kendaraan, petugas berseragam, dan jalan yang dikosongkan — akan paham bahwa menolak semua itu saat pulang kampung bukan hal sepele. Itu pilihan sadar. Dan pilihan sadar selalu bercerita lebih banyak daripada pernyataan resmi mana pun.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.