Sambutan Adnan ditutup dengan empat bait pantun yang mengalun riang namun sarat makna. Pantun-pantun itu menggambarkan keindahan tanah Sulawesi Selatan — dari Selayar hingga Toraja, dari Parepare hingga Kepulauan Selayar, dari Pangkep hingga tanah Toraja — semuanya bersatu dalam satu semangat kontingen daerah.
Dari Selayar berlayar ke Makassar
Singgah sebentar membeli pelu basah
Dari Toraja sampai Luwu Timur bersatu besar
Semangat Kondasulsel pantang menyerah
Sorak sorai peserta meledak setiap pantun selesai dilantunkan. Semangat itu seolah menjadi bahan bakar tambahan bagi ratusan pramuka muda yang sebentar lagi akan menyeberangi lautan demi membawa nama Sulawesi Selatan ke tingkat nasional.
Upacara pelepasan diakhiri dengan doa bersama dan penyerahan simbolis kontingen kepada Asisten I Gubernur Sulawesi Selatan yang hadir mewakili Gubernur untuk memberikan sambutan resmi sekaligus melepas keberangkatan kontingen secara resmi.
Bagi para peserta, perjalanan ini bukan sekadar pergi ke Jakarta. Ini adalah pelayaran menuju ingatan yang akan bertahan seumur hidup — sebuah babak dalam perjalanan panjang menjadi manusia yang lebih matang, lebih berani, dan lebih mencintai persaudaraan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.