“Jangan ada lagi sekat antara kontingen dari satu kabupaten dengan kabupaten lainnya. Kita semua adalah satu. Kita adalah kontingen daerah Sulawesi Selatan,” tegasnya dengan lantang.

Pesan itu terasa bukan sekadar retorika. Adnan mengingatkan bahwa di Cibubur nanti, para peserta akan berhadapan dengan ribuan pramuka dari seluruh penjuru Indonesia — dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, dan daerah-daerah lain yang masing-masing hadir dengan kebanggaan daerahnya.

Di tengah kerumunan ribuan pramuka nasional itu, Adnan berpesan agar anak-anak Sulsel tampil dengan kepala tegak dan dada lapang. Bukan dengan kesombongan, melainkan dengan karakter yang selama ini menjadi ciri khas pramuka Sulawesi Selatan.

“Berdirilah dengan penuh percaya diri dan katakan: kami dari Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya. “Kebanggaan itu bukan berarti merasa lebih hebat dari daerah lain, tetapi menunjukkan bahwa pramuka Sulsel mampu menjadi pramuka yang disiplin, ramah, santun, mandiri, kompak, kreatif, dan penuh tanggung jawab.”

Adnan juga mengingatkan makna sejati sebuah jambore. Baginya, jambore bukan kompetisi untuk menentukan siapa yang paling unggul. Jambore adalah ruang untuk — menambah pengalaman, membangun persaudaraan, dan memperluas wawasan kebangsaan.



Follow Widget