Bupati Toha Tohet pun menyampaikan pesan yang tak kalah dalam kepada para peserta. Bagi Bupati, yang paling utama bukan sekadar prestasi di atas kertas, melainkan bagaimana para anggota Pramuka Muba membawa diri di hadapan peserta dari seluruh penjuru negeri.

“Jaga nama baik Kabupaten Musi Banyuasin. Yang paling penting adalah sopan santun dan tata krama. Muba memiliki ciri khas kesopanan dan tata krama yang baik dengan siapa saja,” pesan Bupati dengan penuh harap.

Bupati menekankan bahwa sikap saling menghargai dan penggunaan bahasa yang santun dalam pergaulan bukan hanya mencerminkan pribadi yang baik, tetapi juga membawa citra positif bagi daerah asal. Dalam setiap interaksi dengan peserta dari berbagai provinsi, para Pramuka Muba diharap mampu menjadi duta budaya yang membanggakan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Toha Tohet menggunakan metafora yang lekat dengan dunia kepramukaan untuk menyampaikan harapannya. Ia menyebut para peserta sebagai tunas kelapa—lambang Gerakan Pramuka—yang diharapkan kuat dan menghasilkan buah nyata bagi masa depan Musi Banyuasin.

“Harapan saya, tunas-tunas kelapa yang berangkat ke Cibubur tahun ini merupakan tunas yang subur dan menghasilkan buah yang positif untuk masa depan Muba. Semoga bisa menjadi yang terbaik dalam Jambore tahun ini,” ungkapnya.



Follow Widget