Lebih dari sekadar prestasi dan kesehatan, Bupati juga memandang Jambore Nasional sebagai ruang pembelajaran yang sesungguhnya bagi generasi muda. Ia meminta para peserta menjadikan ajang ini sebagai wadah untuk membangun karakter, meningkatkan kemandirian, serta memperluas wawasan dan jaringan pertemanan antarpeserta.

Nilai-nilai itu sejalan dengan semangat Gerakan Pramuka yang selama ini menjadi fondasi pembinaan karakter anak muda di Indonesia. Jamnas menjadi tempat di mana nilai-nilai tersebut diuji dan dihidupi secara langsung dalam interaksi nyata, jauh dari rutinitas sekolah dan kampung halaman.

Kabupaten Kepahiang sendiri bukanlah nama baru dalam peta Pramuka di Provinsi Bengkulu. Keikutsertaan mereka di Jamnas XII merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui jalur kepramukaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Dengan 43 peserta yang dikirimkan, kontingen Kepahiang menunjukkan keseriusan daerah dalam berpartisipasi di forum kepramukaan nasional tersebut. Angka ini mencerminkan antusiasme yang tinggi dari para pelajar dan sekolah-sekolah di Kabupaten Kepahiang untuk terlibat dalam salah satu perhelatan Pramuka terbesar di Indonesia.

Jambore Nasional XII di Buperta Cibubur sendiri menjadi ajang lima tahunan yang dinanti-nantikan oleh jutaan anggota Pramuka di seluruh Indonesia. Buperta Cibubur yang berlokasi di Jakarta Timur telah menjadi tuan rumah berbagai kegiatan kepramukaan berskala besar, dan kali ini kembali dipercaya menjadi pusat pertemuan akbar para Pramuka dari Sabang sampai Merauke.



Follow Widget