Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan biasa. Para peserta tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi memanggul nama besar Aceh Singkil di hadapan ribuan pramuka dari seluruh Indonesia.
“Tunjukkan anak-anak pramuka Aceh Singkil adalah generasi yang disiplin, mandiri, tangguh, berakhlak, dan memiliki semangat persaudaraan,” pesan Bupati kepada kontingen sebelum berangkat.
Ia juga mendorong para peserta agar menjadikan Jamnas XII bukan sekadar ajang seremonial, melainkan ruang nyata untuk belajar, memperluas pengalaman, dan membangun persahabatan lintas daerah. Bagi Safriadi, jambore adalah panggung untuk mengukir prestasi — bukan demi penghargaan semata, melainkan demi membuktikan keberanian untuk mencoba dan tekad untuk memberikan yang terbaik.
“Jangan hanya menjadi peserta, tetapi menjadi duta terbaik Aceh Singkil. Di mana pun kalian berada, jaga sikap, kedisiplinan, dan nama baik daerah. Tunjukkan semangat gotong royong, saling menghargai, dan pantang menyerah,” tegasnya.
Pesan bupati turut ditujukan kepada para pembina dan pendamping yang ikut mendampingi kontingen. Ia berharap mereka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, membimbing dan menjaga para peserta sepanjang perhelatan berlangsung.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.