PUNGGAWANEWS, WASHINGTON/TEL AVIV, Pentagon mengakui sedikitnya 150 tentara Amerika Serikat mengalami luka-luka sejak konflik Iran-Israel-AS pecah, dengan delapan di antaranya menderita cedera serius. Sementara itu, kota Tel Aviv, Israel, menjadi panggung kehancuran masif setelah serangan rudal dan drone Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara negara tersebut.


Juru bicara Pentagon dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa dari 150 personel yang terluka, sekitar 108 orang telah kembali bertugas. Namun konfirmasi paling mengejutkan adalah kematian tujuh tentara AS yang tewas akibat serangan roket dan drone Iran yang menghantam pangkalan militer Amerika di Kuwait dan Arab Saudi.
Berawal dari ‘Operation Epic Fury’
Konflik ini bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap fasilitas nuklir serta infrastruktur militer Iran dalam operasi yang dikenal sebagai Operation Epic Fury. Target operasi tidak terbatas pada instalasi militer, tetapi juga menyasar kepemimpinan tertinggi Iran. Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam gelombang awal serangan tersebut.
Iran kemudian merespons dengan strategi serangan luas. Menurut berbagai sumber, Teheran telah menyerang puluhan pangkalan militer AS di Timur Tengah serta sejumlah target di Israel menggunakan rudal balistik dan drone kamikaze.


Tel Aviv: Kerusakan Terparah Sejak Israel Berdiri


Walikota Tel Aviv, Ron Huldai, dalam konferensi pers darurat pada Rabu (11/3) menyatakan kerusakan yang menimpa kotanya sebagai yang terparah sejak berdirinya Israel. Rudal dan drone yang menembus pertahanan Iron Dome menghantam distrik bisnis utama di sepanjang Jalan Ayalon, yang selama ini dikenal sebagai jantung ekonomi dan teknologi Israel.
Huldai mengungkapkan sekitar 40 persen wilayah kota mengalami pemadaman listrik dan pasokan air bersih di kawasan selatan terganggu. Sirene peringatan serangan udara masih berbunyi setiap beberapa jam, memperlambat upaya pemulihan.
Pemandangan mencekam dilaporkan dari berbagai sudut kota. Sebuah gedung apartemen 20 lantai di Hayarkon Street ambruk akibat serangan langsung.

Di kawasan Sarona Market, kebakaran besar masih menyala karena tim pemadam mengalami kesulitan mengakses lokasi. Pemerintah kota memerintahkan evakuasi massal sekitar 200.000 warga dari kawasan utara, termasuk distrik Ramat Aviv.
Lebih dari 1.200 Warga Sipil Iran Tewas
Di sisi seberang, laporan menyebut lebih dari 1.200 warga sipil Iran tewas dan sekitar 12.000 orang terluka akibat serangkaian bombardir yang menghantam berbagai kota Iran. Data otoritas Israel juga mencatat lebih dari 9.100 klaim kerusakan akibat serangan rudal yang menghujam wilayah Israel selama konflik berlangsung.


Trump: ‘Perang Mungkin Akan Segera Berakhir’


Di Washington, Presiden Donald Trump menyatakan perang kemungkinan akan berakhir dalam waktu dekat. Namun pernyataan itu dikontraskan dengan kenyataan bahwa konflik telah memasuki hari ke-11 tanpa tanda-tanda mereda.


Para analis internasional memperingatkan bahwa konflik ini berpotensi memicu krisis energi global, terutama mengingat meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz — jalur vital pengiriman sekitar 20 persen minyak dunia.


“Di tengah dentuman rudal dan propaganda dari semua arah, perang ini telah berubah menjadi ujian kesabaran, kekuatan, dan harga yang harus dibayar manusia ketika geopolitik berubah menjadi api.”