Prosesi pengukuhan kemudian ditutup dengan doa bersama. Para panitia dari berbagai latar belakang agama bersama-sama memanjatkan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan Jamnas XII dapat berjalan dengan lancar, penuh kebersamaan, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta yang akan hadir.

Doa bersama itu menjadi simbol yang kuat — bahwa di balik ribuan teknis kepanitiaan, ada ruh kebersamaan yang menjadi landasan dari seluruh kerja keras mereka.

Jamnas XII sendiri menjadi salah satu agenda besar Gerakan Pramuka yang dinantikan oleh ratusan ribu anggota Pramuka dari seluruh pelosok negeri. Perhelatan ini bukan hanya ajang perkemahan, melainkan forum pembentukan karakter, penguatan jiwa kepemimpinan, dan perekat kebangsaan bagi generasi penerus bangsa.

Dengan panitia yang kini telah resmi dikukuhkan dan memegang mandat penuh, persiapan Jamnas XII memasuki babak baru yang lebih serius. Setiap panitia kini bukan lagi sekadar relawan biasa — mereka adalah ujung tombak dari sebuah misi besar yang menyentuh jantung gerakan kepanduan Indonesia.

Ribuan lilin harapan seolah menyala malam itu di Buperta Cibubur. Dan Gerakan Pramuka, sekali lagi, membuktikan dirinya sebagai ruang besar tempat keberagaman bukan hanya ditoleransi, melainkan dirayakan.



Follow Widget