Menteri Agama Nasaruddin Umar tampil dalam sambutannya dengan pesan yang sederhana namun berbobot. Ia menegaskan bahwa bangsa besar tidak hanya dibangun oleh infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kekokohan kerukunan antarsesama.
“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi,” ujar Nasaruddin di hadapan puluhan ribu jemaah. Ia menambahkan bahwa para peserta yang hadir malam itu datang dari berbagai wilayah dan berbagai agama, namun memiliki satu tujuan yang sama: berdoa untuk negeri.
Pernyataan itu terasa bukan sekadar retorika ketika momen doa lintas agama dimulai. Enam tokoh agama tampil secara bergantian, masing-masing memimpin doa sesuai keyakinannya.
Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty membuka doa mewakili umat Kristen Protestan. Setelah itu giliran Romo Fransiskus Yance Sengga, S.Fill.Lic.Th, yang memimpin doa bagi umat Katolik. Umat Hindu diwakili oleh Pinandita Gede Pastika, sementara Bhikku Bhadranatha Thera memimpin doa bagi umat Buddha.
Xs. Budi S. Tanuwibowo kemudian memanjatkan doa mewakili umat Konghucu, sebelum H. Husni Ismail menutup seluruh rangkaian doa lintas agama mewakili umat Islam. Bergantian, satu per satu, dalam suasana yang sunyi dan penuh hormat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.