JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Presiden Prabowo Subianto memilih cara yang tidak biasa untuk merayakan momen bersejarah itu — ia membacakan pantun. Bukan pidato panjang berisi deretan angka dan target, melainkan empat baris sederhana yang justru merangkum semangat di balik peresmian LRT Jakarta Fase II rute Kelapa Gading–Manggarai, Rabu, 16 September 2025.

“Pagi hari melihat matahari, naik LRT menuju kota.. Transportasi maju rakyat berseri, Indonesia maju untuk kita semua…” begitu Prabowo membacakan pantunnya di Stasiun LRT Manggarai, di hadapan para pejabat dan undangan yang hadir. Sebuah pantun yang terdengar ringan, namun menanggung beban triliunan rupiah investasi negara.

Sebelum meresmikan secara resmi, Presiden tidak sekadar memotong pita. Bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung, ia terlebih dahulu menjajal langsung perjalanan LRT dari Stasiun Kelapa Gading menuju Manggarai — merasakan sendiri moda transportasi baru yang akan segera dinikmati jutaan warga ibu kota.

Proyek ini bukan proyek kecil. LRT Jakarta Fase II membentang sepanjang 12,2 kilometer dengan nilai investasi yang mencapai sekitar Rp12,1 triliun. Angka yang cukup untuk membangun ribuan sekolah, namun dalam konteks transportasi massal perkotaan, ia dianggap sebagai taruhan yang sepadan — jika saja penumpangnya datang.

Dan pemerintah memasang target yang ambisius: 80.000 penumpang per hari. Angka itu bukan sekadar proyeksi optimistis di atas kertas. Ia adalah titik impas yang harus dikejar agar investasi jumbo ini tidak sekadar menjadi monumen besi yang megah namun sepi penumpang — seperti yang pernah dikhawatirkan banyak pihak pada fase pertama LRT Jakarta ketika baru diluncurkan beberapa tahun lalu.



Follow Widget