SINJAI, PUNGGAWANEWS – Sebanyak 56 relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sinjai mengikuti pelatihan penjamah pangan yang digelar Dinas Kesehatan Sinjai bersama Gapembi, Kamis (17/9/2026).
Pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Sinjai, Jalan Jenderal Sudirman, tersebut dibuka langsung Kepala Dinas Kesehatan Sinjai dr. Kahar Anies.
Turut hadir Koordinator Wilayah SPPG Sinjai Sapriadi dan pengurus Gapembi Sinjai.
Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah makanan secara aman, higienis, serta sesuai prinsip keamanan pangan.
Kahar Anies menegaskan, penjamah pangan memiliki posisi penting dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kualitas dan keamanan makanan sangat bergantung pada bagaimana pangan ditangani sejak bahan diterima hingga siap disajikan.
“Penjamah pangan sangat penting dalam program MBG ini. Setelah melalui pelatihan ini akan menjadi garda terdepan dalam pengolahan pangan,” ujar Kahar Anies.
Ia mengatakan, keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan bahan makanan. Kebersihan personal, peralatan, lingkungan kerja hingga budaya kerja harus menjadi perhatian dalam setiap proses pengolahan.
“Termasuk budaya kerja yakni kebersihan sangat penting, apalagi di dapur MBG harus steril,” tegasnya.
Sementara itu, Korwil SPPG Sinjai Sapriadi mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menyebut peningkatan kapasitas penjamah pangan menjadi kebutuhan penting dalam mendukung operasional SPPG dan pelaksanaan program MBG di Sinjai.
Menurutnya, pemahaman mengenai higiene dan keamanan pangan harus diterapkan secara konsisten oleh relawan, bukan sekadar menjadi pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan.
“Kami berharap peserta tidak hanya mengikuti pelatihan sebagai formalitas, tetapi mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas sehari-hari di dapur SPPG,” ujar Sapriadi.
Ia menambahkan, kualitas makanan untuk penerima manfaat harus diperhatikan sejak pemilihan dan penanganan bahan, proses memasak hingga tahap penyajian.
Ketua Gapembi Sinjai Ichi Ariestutie mengatakan, pelatihan tersebut menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha dan penjamah pangan mengenai pentingnya higiene dan sanitasi dalam pengolahan makanan.
Ia berharap kolaborasi antara Dinas Kesehatan, SPPG, Gapembi dan pelaku UMKM dapat terus diperkuat melalui edukasi serta pelatihan secara berkelanjutan.
“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para penjamah pangan sekaligus mendukung pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sinjai dengan mengedepankan aspek keamanan, kebersihan dan kualitas pangan,” pungkasnya.
FadelM (Biro Sinjai)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.