Mereka yang lolos seleksi akan mendapatkan pelatihan sepenuhnya gratis, sertifikasi resmi dari negara, serta uang saku harian sebesar Rp20 ribu selama mengikuti program. Insentif ini memang tidak besar, namun cukup untuk meringankan beban peserta yang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Pelatihannya gratis selama bisa mengikuti dengan baik dan mendapatkan sertifikasi dari negara. Diberikan insentif per hari untuk uang sakunya Rp20 ribu,” jelas Afriansyah.

Langkah-langkah ini mencerminkan strategi pemerintah yang bertumpu pada dua pilar utama: memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kualitas tenaga kerja secara bersamaan. Di satu sisi, kuota magang yang diperluas memberikan pintu masuk bagi lulusan baru. Di sisi lain, pelatihan vokasi menjamin bahwa mereka yang masuk memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Namun tantangannya tidak berhenti di sana. Ketidakpastian global yang dipicu konflik geopolitik bersifat dinamis dan sulit diprediksi. Perusahaan yang hari ini masih beroperasi penuh bisa saja mengambil keputusan efisiensi dalam hitungan bulan jika tekanan eksternal terus berlanjut.