“Bapak Presiden melalui Kementerian Ketenagakerjaan juga membuka, insyaallah, lowongan sekitar 150 ribu,” kata Afriansyah.
Program magang ini bukan sekadar tempat singgah sementara bagi para lulusan baru. Tujuannya lebih jauh dari itu: membekali mereka dengan pengalaman kerja nyata dan meningkatkan keterampilan agar benar-benar siap bersaing di dunia industri yang semakin ketat.
Di luar magang, pemerintah juga membuka jalur lain bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa harus mengeluarkan biaya. Program pelatihan vokasi nasional yang diselenggarakan melalui jaringan balai pelatihan kerja menyediakan kuota bagi 70 ribu peserta di seluruh Indonesia.
Pendaftaran untuk kedua program tersebut dilakukan secara daring melalui aplikasi SIAPKerja, platform digital yang dikembangkan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai pintu masuk tunggal berbagai layanan ketenagakerjaan nasional.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.