Dedi mengakui pencapaian itu sebagai bukti bahwa pembangunan di Jawa Barat berjalan cukup baik berkat kerja kolektif seluruh elemen masyarakat. “Itu bukan saya. Itu bukan pekerjaan saya. Itu adalah kerja orang Jawa Barat,” katanya tegas.
Di luar angka kepuasan, para pengamat politik mulai membaca potensi besar KDM untuk panggung nasional. Dengan basis massa terbesar di Indonesia, Jawa Barat menjadi lumbung suara yang diperhitungkan dalam peta politik ke depan.
Seorang analis politik menyebut KDM sebagai figur yang dalam tanda kutip sangat sulit dikalahkan oleh kompetitor lain dalam Pilkada Jawa Barat berikutnya. Angka kepuasan setinggi itu, ditambah profil yang kuat di mata publik dan netizen, menjadikannya kandidat potensial di level nasional.
Namun para pengamat juga memberikan catatan penting. Tingginya angka kepuasan berpotensi membuat seorang pemimpin terlena—terlalu percaya diri hingga mengabaikan suara-suara kecil yang seharusnya tetap didengar.
“Masalah tidak bisa dilihat hanya dari sisi makro. Kita juga harus melihat sisi kualitatif, sisi parsial, sisi kecil,” kata salah satu pengamat yang diwawancarai. Ia menyarankan agar KDM lebih membuka telinga terhadap kelompok-kelompok yang secara politik mungkin dianggap kecil, termasuk fraksi-fraksi minoritas di DPRD.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.