Di sisi lain, hanya 3,3 persen responden yang menyatakan tidak puas, dan 0,5 persen menyatakan sangat tidak puas. Sebanyak 0,8 persen sisanya tidak memberikan jawaban atau menjawab tidak tahu. LSI pun menyimpulkan bahwa angka ketidakpuasan publik terhadap Gubernur Jabar hanya berada di angka 3,8 persen—jauh di bawah tingkat kepuasan.
Survei ini tidak hanya mengukur kepuasan terhadap kepala daerah. LSI juga memetakan persepsi masyarakat atas kondisi ekonomi dan tata kelola pemerintahan di Jawa Barat.
Hasilnya, 44,3 persen responden menilai kondisi ekonomi Jawa Barat berada di kategori sedang. Penilaian antara kondisi ekonomi yang baik dan buruk pun relatif berimbang, menunjukkan bahwa sektor ekonomi masih menjadi tantangan utama yang dirasakan masyarakat.
Soal tata kelola pemerintahan, gambarannya lebih positif. Sebanyak 60,2 persen responden menilai pemerintahan Provinsi Jawa Barat berjalan dengan baik hingga sangat baik. Sementara 30,4 persen menilainya biasa saja, dan hanya 8,1 persen yang memberikan penilaian buruk hingga sangat buruk.
LSI juga mencatat bahwa seluruh sektor yang diukur mendapat penilaian positif dari publik. Sektor pembangunan infrastruktur dan layanan dasar menjadi yang paling diapresiasi. Adapun sektor ekonomi masih dianggap sebagai pekerjaan rumah terbesar bagi pemerintah daerah.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.