Status para pekerja pun menjadi sorotan serius. Sebagian besar merupakan pekerja harian lepas tanpa kontrak kerja resmi. Ketika perusahaan diperintahkan berhenti beroperasi, mereka langsung kehilangan penghasilan. Merespons hal ini, Pemerintah Provinsi bergerak cepat dengan menyiapkan rekrutmen 508 pekerja tersebut sebagai tenaga kebersihan di jalan provinsi, dengan upah harian Rp 130 ribu selama 130 hari — lebih tinggi dari yang selama ini mereka terima di pabrik kapur.

Tim pengawas ketenagakerjaan dari Dinas Tenaga Kerja juga telah menerbitkan nota pemeriksaan kepada perusahaan-perusahaan yang melanggar. Mereka diberi waktu 30 hari untuk melakukan perbaikan. Jika tidak, proses hukum akan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Di sektor lingkungan hidup, kondisi yang ditemukan tak kalah mengkhawatirkan. Dari 15 perusahaan yang disampling, sebagian memang sudah memiliki dokumen lingkungan, namun banyak di antaranya sudah sangat usang dan perlu dikaji ulang relevansinya dengan kondisi saat ini. Beberapa perusahaan yang wajib memiliki izin emisi ternyata tidak memenuhi syarat tersebut. Petugas pengendalian pencemaran udara bersertifikat juga masih minim. Peralatan pengendali emisi yang tersedia pun belum optimal.

Hasil uji sampling kualitas udara yang dilakukan secara mendadak menunjukkan tiga parameter melampaui baku mutu, yakni Total Suspended Particles (TSP), PM10, dan PM2.5. Artinya, debu yang berterbangan di sekitar kawasan industri tersebut sudah melampaui ambang batas yang diperbolehkan. Tim lingkungan hidup masih melakukan 18 titik sampling tambahan di lapangan, dengan hasil yang dijadwalkan keluar pekan berikutnya.

Temuan di sektor kesehatan memperkuat kekhawatiran itu. Data dari Puskesmas Cipata menunjukkan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang signifikan dibandingkan daerah non-tambang. Pada 2025, angka ISPA di wilayah terdampak mencapai 5.488 kasus, hampir sepuluh kali lipat dari wilayah pembanding yang hanya 469 kasus. Selain ISPA, kasus penyakit kulit dan kondisi kronis lainnya juga tercatat lebih tinggi di wilayah sekitar tambang.



Follow Widget