Kehadiran berbagai pejabat daerah turut memperkuat kesan bahwa kegiatan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Ketua TP PKK Kabupaten Sinjai Rozalina A. Mahyanto, jajaran Forkopimda, para Staf Ahli Bupati, Asisten, serta kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sinjai tampak hadir menyaksikan langsung semarak karnaval dari Tenda Kehormatan.

Kehadiran para pejabat itu bukan tanpa pesan. Ia menandai bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya milik mereka yang baris di lapangan upacara, tetapi juga milik semua — dari anak TK yang melangkah malu-malu hingga aparatur pemerintah yang berdiri tegap di barisan.

Karnaval ini juga menjadi ajang unjuk kreativitas yang sesungguhnya. Para peserta tidak hanya mengenakan kostum adat dan pakaian perjuangan, tetapi juga menampilkan properti dan atribut yang dirancang khusus, mencerminkan identitas budaya dari masing-masing satuan pendidikan dan instansi.

Jalanan Sinjai yang biasanya ramai oleh kendaraan bermotor, pada hari itu berubah menjadi pentas budaya terbuka. Rute sepanjang beberapa kilometer itu menjadi saksi bisu bagaimana sebuah kota kecil di pesisir Teluk Bone mampu merayakan kemerdekaannya dengan cara yang besar dan bermartabat.

HUT ke-81 Kemerdekaan RI bagi Sinjai bukan sekadar peringatan tanggal di kalender. Ia adalah pernyataan kolektif bahwa semangat kemerdekaan masih hidup, berdetak kencang, dan siap diteruskan oleh generasi yang dengan bangga sebagai anak bangsa.



Follow Widget